Penurunan debit air disaluran primer porong kanal pada musim kemarau tahun 2026. Kondisi kekeringan saluran primer porong kanal menyebabkan penurunan debit air berdampak pasokan air melalui saluran sekunder Balong Cangkring menurun, pasokan air keareal persawahan diwilayah hilir sehingga puluhan hektar lahan petanian diDesa balongtani terancam gagal panen. Pemerintah Desa Balongtani telah berupaya mengatasi kekurangan debit air melalui pembangunan sumur bor namun ketersediaan air sumur bor masih belum mampu memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian. Untuk menanggulangi kekurangan pasokan air BBWS Brantas melaksanakan penanganan darurat berasal dari sungai kalimati (bangiltak) yang berlokasi pada Daerah Irigasi (DI) Delta Brantas hilir.

Balai Besar Wilayah Sungai Brantas melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) wilayah II, membantu satu unit Mobile pump kapasitas 300 liter/detik, melalui mekanisme pinjam pakai, untuk melaksanakan pemompaan air dari sungai kalimati (bangiltak) menuju saluran irigasi. Selain itu Balai Besar Wilayah Sungai Brantas memberikan dukungan bahan bakar, menunjang operasional pompa selama masa penanganan darurat.

Direncanakan bantuan pompa untuk mendukung kegiatan pompanisasi sumber air, selama satu musim tanam padi, atau hingga kebutuhan air irigasi terpenuhi. Melalui langkah cepat ini Balai Besar Wilayah Sungai Brantas berkomitmen menjaga keberlangsungan sumber daya air untuk meminimalkan resiko gagal panen akibat dampak musim kemarau. Dari pemantauan jurnalis Modus Operandi pada tanggal 5 Oktober 2026

diDusun Limbe Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, kebutuhan air irigasi sudah mencukupi dan tidak ada gagal panen. Para petani sudah banyak yang melalukan panen. Hanya sebagian kecil tanaman padi masih tumbuh dengan baik dengan air yang cukup, sambil menunggu masa panen. Informasi yang diterima jurnalis Panggung Modus Operandi dari penjaga pompa air irigasi bernama yoyok, bahwa dengan adanya bantuan pompa Mobile pump kapasitas 300 liter/detik dari Balai Besar Sungai Brantas sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan menghindari gagal panen. Karena pompa irigasi milik daerah yang selama ini di operasionalkan tidak cukup memenuhi ketersediaan air irigasi














