Badan Pusat Statistik memberikan data bahwa populasi sapi ternak di Jawa Timur, baik sapi potong maupun sapi perah, sebanyak 3,6 juta ekor (data tahun 2024).
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Jawa Timur periode 1 Januari 2026–18 Februari 2026 tercatat sebanyak 1.645 kasus yang tersebar di 34 kabupaten dan 4 kota. Dari jumlah tersebut, sapi yang sakit sebanyak 888 ekor (54,61%), mati 19 ekor (1,17%), sembuh 760 ekor (44,92%), dan potong paksa 9 ekor (0,55%).

Rincian ternak sapi yang sakit sebanyak 888 ekor, yaitu di Kabupaten Malang 11 ekor, Kabupaten Bondowoso 5 ekor, Kabupaten Jember 3 ekor, Kabupaten Probolinggo 2 ekor, dan Kabupaten Blitar 1 ekor. Sementara itu, sapi yang sembuh dari PMK sebanyak 760 ekor, yaitu di Kabupaten Lamongan 10 ekor, Kabupaten Ngawi 10 ekor, Kabupaten Tuban 5 ekor, Kabupaten Bondowoso 3 ekor, Kabupaten Jombang 2 ekor, dan Kabupaten Pasuruan 1 ekor.

Adapun total vaksin tahun 2026 sebanyak 453.000 dosis, sedangkan realisasi vaksinasi sampai dengan 18 Februari 2026 sebesar 100.398 dosis (22,2%). Rincian realisasi vaksinasi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai berikut: Kabupaten Bangkalan total vaksin 20.000 dosis dengan realisasi 5.811 dosis; Kabupaten Banyuwangi total vaksin 19.000 dosis dengan realisasi 1.114 dosis; Kabupaten Blitar total vaksin 19.000 dosis dengan realisasi 4.536 dosis; Kabupaten Bojonegoro total vaksin 20.000 dosis dengan realisasi 163 dosis; Kabupaten Bondowoso total vaksin 17.000 dosis dengan realisasi 5.984 dosis; Kabupaten Gresik total vaksin 10.000 dosis dengan realisasi 1.539 dosis; Kabupaten Jember total vaksin 16.000 dosis dengan realisasi 1.676 dosis; Kabupaten Jombang total vaksin 18.000 dosis dengan realisasi 6.501 dosis; Kota Batu total vaksin 10.000 dosis dengan realisasi 1.073 dosis; Kota Blitar total vaksin 1.000 dosis dengan realisasi 240 dosis; Kota Kediri total vaksin 1.000 dosis dengan realisasi 321 dosis; Kota Madiun total vaksin 1.000 dosis dengan realisasi 100 dosis; Kota Malang total vaksin 1.000 dosis dengan realisasi 360 dosis; Kota Mojokerto total vaksin 300 dosis dengan realisasi 40 dosis; Kota Pasuruan total vaksin 200 dosis; Kota Probolinggo total vaksin 2.000 dosis dengan realisasi 460 dosis; Kota Surabaya total vaksin 300 dosis; Kabupaten Lamongan total vaksin 14.000 dosis dengan realisasi 4.389 dosis; Kabupaten Lumajang total vaksin 25.000 dosis dengan realisasi 7.493 dosis; Kabupaten Madiun total vaksin 7.000 dosis dengan realisasi 1.640 dosis; Kabupaten Magetan total vaksin 15.000 dosis dengan realisasi 3.257 dosis; Kabupaten Malang total vaksin 16.000 dosis dengan realisasi 2.873 dosis; Kabupaten Mojokerto total vaksin 15.000 dosis dengan realisasi 2.486 dosis; Kabupaten Nganjuk total vaksin 7.500 dosis dengan realisasi 1.401 dosis; Kabupaten Ngawi total vaksin 14.000 dosis dengan realisasi 748 dosis; Kabupaten Pacitan total vaksin 15.000 dosis dengan realisasi 1.752 dosis; Kabupaten Pamekasan total vaksin 20.000 dosis dengan realisasi 4.425 dosis; Kabupaten Pasuruan total vaksin 10.000 dosis dengan realisasi 6.838 dosis; Kabupaten Ponorogo total vaksin 15.000 dosis dengan realisasi 3.019 dosis; Kabupaten Probolinggo total vaksin 7.000 dosis dengan realisasi 636 dosis; Kabupaten Sampang total vaksin 25.200 dosis dengan realisasi 7.556 dosis; Kabupaten Sidoarjo total vaksin 5.000 dosis dengan realisasi 236 dosis; Kabupaten Situbondo total vaksin 15.000 dosis dengan realisasi 3.145 dosis; Kabupaten Sumenep total vaksin 27.500 dosis dengan realisasi 8.223 dosis; Kabupaten Trenggalek total vaksin 12.000 dosis dengan realisasi 3.024 dosis; Kabupaten Tuban total vaksin 15.000 dosis dengan realisasi 2.908 dosis; dan Kabupaten Tulungagung total vaksin 17.000 dosis dengan realisasi 4.436 dosis.



Menurut penjelasan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Ir. Indy Ariani, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dr. Iswayuhdi, kepada jurnalis Panggung Modus Operandi, sumber pendanaan vaksinasi berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, APBD Provinsi belum mengalokasikan anggaran untuk vaksinasi tahun 2026.














