Tuban, Panggung Modus Operandi – Pembangunan lanjutan Rawa Jabung Ring dyke tahun anggaran 2026 dengan pagu sebesar Rp 58.799.998.705,66. Menurut data lelang LPSE, setelah dilakukan evaluasi peserta lelang oleh BP2JK yang memenuhi persyaratan administrasi dan harga, dipilih pemenang lelang PT Bangkit ampuh abadi alamat Telogo timun II/20 Semarang dengan harga penawaran sebesar Rp 47.039.997.000. Menurut penjelasaan Pejabat Pembuat Komitmen Sungai Pantai II Satker pelaksanaan jaringan sumber air (PJSA) BBWS bahwa lelang ini batal karena anggarannya tidak ada (didrop pusat). Pada kunjungan kerja pada bulan April 2026 Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak melakukan kunjungan kerja ke Rawa Jabung Ring dyke.
Rawa Jabung ring dyke menjadi salah satu solusi untuk mengatasi banjir yang setiap tahunnya melanda dua Kabupaten. Selain itu juga, Rawa Jabung Ring dyke dapat menyediakan air baku sebesar 30,5 juta M3. Manfaat lainnya, dapat mengaliri sawah seluas kurang lebih 5.000 Ha.
Pembangunan Rawa Jabung Ring dyke membutuhkan lahan seluas 2.660.719 m3, dengan rincian di Desa Mlangi, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban seluas 2.655.783 m2, sedangkan di Desa Mluruk seluas 4.936 m2. Rawa Jabung Ring dyke dihimpit dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa timur. Tanggul sisi kiri paket J-2 (1) di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa timur panjangnya sepanjang 15 km. Dan yang sudah bertanggul selesai 12 Km dan yang belum ada tanggulnya, kurang lebih 3 km.

Demikian juga Panjang Tanggul sisi kanan, paket J-2 (2) Kabupaten Lamongan, sepanjang 15 km, yang bertanggul 12 Km, belum bertanggul 3 km.
Paket pekerjaan tanggul Rawa Jabung Ring Dyke termasuk dalam progam Lower Solo River Improvement Projects (LSRIP) Ep-522 Japan International Coorporation Agency (JICA). Periode pinjaman Loan, mulai Tahun 2005 – 2015, selama 10 tahun, dengan jumlah pinjaman sebesar 9.345 Juta (Yen).
Dimulainya pekerjaan kontruksi tahap 1, yaitu tanggul 28-7-2005 oleh PT. Wijaya Karya, masa pelaksanaan pada tahun 2005 – 2010, Selanjutnya pekerjaan kontruksi tahap 2, oleh PT. Hutama Karya (persero) dan PT. Brantas Abib raya (Persero), masa pelaksanaan pada tahun 2010-2015. Adapun Pelaksana pekerjaan Tanggul Jabung ring Dyke melalui Balai besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Maksud dan tujuan pembangunan Rawa Jabung Ring Dyke untuk, mendukung pengendalian banjir di Jawa Timur dan melindungi Wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan. Garis besar,tujuan dari proyek ini adalah untuk memitigasi kerusakan akibat banjir (banjir periodik ulang 20 tahun) serta menyediakan pasokan air yang stabil di Solo bagian Hilir, Provinsi Jawa Timur. Proyek Rawa Jabung Ring Dyke tersebut, akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di Wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2015, namun tidak terwujud. Begitupun pada tahun 2026 ini, sepertinya pembangunan lanjutan Rawa Jabung Ring dyke tidak akan terealisasi karena dana yang tidak ada. Penjelasan PPK Sungai Pantai II kepada jurnalis panggung modus operandi. Adapun tidak terealisasinya pembangunan Rawa Jabung Ring dyke pada tahun 2015, akibat penolakan masyarakat Desa Mlangi dan Desa Kujung atas pembebasan lahan. Adapun masa Agreement Loan JICA efektif yaitu tanggal 28 Juli 2005 s/d 28 Juli 2015.
Investigasi Jurnalis panggung modus operandi di bangunan tanggul Rawa Jabung Ring dyke pada tangal 24 November 2020, dari desa Dateng, desa Gelap hingga Jabung, Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan dan Mlangi dan Kujung Kecamatan Widang Kabuapten Tuban. Benar bahwa tanggul belum tersambung baik sisi Kabupaten Lamongan maupun Kabupaten Tuban. Proyek Tanggul Rawa Jabung Ring Dyke, terkatung katung, sejak tahun 2014. uang ratusan miliaran rupiah sia sia. Apalagi pendanaannya, bersumber dari pinjaman (hutang) Japan (JICA).