Pelaksanaan proyek pengendali banjir kali Kedurus. Adapun ruang lingkup pekerjaan.
1. Memperbesar Kapasitas Kali Kedurus; Normalisasi sungai sepanjang 3.5 km. Proteksi sungai dengan CCSP 12 m + Spunpile 24 m sepanjang 3.5 km. Landscape sempadan Kali Kedurus 3.5 km.
2. Revitalisasi Gendong Kiri sebagai Longstorage. Normalisasi gendong kiri sepanjang 3.5 km. Pembangunan Pompa Babatan Pratama. Pembangunan Pompa Bangkingan Kiri.
3. Upgrade utilitas Boozem Kedurus; Roraty Screen. Pompa Boozem. Pemasangan PLN. Tiga unit pintu klep. Pintu di outlet RP Boozem.
Pembagian Zona Kerja.
Zona kerja 1. Panjang 670 Meter. Rumah Pompa Babatan Pratama.
Zona kerja 2. Panjang 1.100 meter.
Zona kerja 3. Panjang penanganan 700 meter.
Zona Kerja 4. Panjang penanganan 1030 meter.
Zona kerja 5. Panjang Penanganan utillitas pompa.

Bangunan pendukung. Peningkatan Utillitas PA Kedurus. Penggantian tiga unit pompa eksisting. Penggantian rotary screen.
Adapun dominasi fungsi pengendali banjir sebagai enabler. Proyek pengendali banjir kali Kedurus menjadi faktor paling dominan karena bertindak sebagai penentu keberhasilan pembangunan jalan kawasan. Kawasan Kedurus, Babatan, hingga Wiyung. Secara topografi merupakan daerah cekungan limpasan air.
Sisi hidrologi. Proyek dari BBWS Brantas berfokus pada pembangunan tanggul, stasiun pompa baru (seperti rumah pompa Babatan pratama dan Bangkingan), serta Longstorage berbasis alam.

Sisi Trasportasi. Pembangunan fisik JLDB yang digarap Pemerintah Kota Surabaya memerlukan kepastian bahwa saluran Drainase makro.
Sinergi Skala Kewenangan.
Proyek pengendali banjir kali Kedurus didanai secara masif melalui program nasional, National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) dari World Bank senilai Rp 333 miliar. Adapun proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya (persero) KSO Indoteknik. Masa pelaksanaan pekerjaan tahun 2026 sampai tahun 2027. Skala mega proyek ini mendominasi pengaturan tata air kota, sementara Pemkot Surabaya mengimbanginya dengan anggaran daerah.