Akhirnya Bendungan Nipah Beroperasi Setelah Menanti Tiga Dasawarsa.

Ir.Amir Hamzah MM ,Belum Satu Tahun Menduduki Jabatan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas,Teruji Mampu Mengkolidasikan Para Pemangku Kepentingan. Mewujudkan  Bendungan Nipah  Beroperasi untuk Kepentingan Masyarakat.

Surabaya  Modusoperandi.  Presiden Republik Indonesia Jokowidodo pada  hari sabtu tanggal 19 Maret 2016,  meresmikan Bendungan Nipah  di Kecamatan Banyuwates Kabupaten Sampang Provinsi Jawatimur . Bendungan Nipah, berada di wilayah 3(tiga) Desa, yaitu, Desa Montor, Desa NagaSareh,dan Desa Tabanah, Kecamatan Banyuwates Kabupaten Sampang Madura Provinsi  Jawatimur.  Bendungan Nipah memanfaatkan (membendung) Kali Nipah yang hulunya di Desa NagaSareh ,berhilir  di Desa Montor dan Desa Tabaneh.

Tujuan Pembangunan Bendungan (waduk) Nipah ,yaitu untuk kebutuhan  irigasi Sawah seluas 1.150 Ha,yang terdiri dari :925 ha sawah baru yang merupakan pengembangan sawah tadah hujan dan sisanya Daerah Irigasi (DI)  Montor seluas 225 ha,yang merupakan areal sawah yang sudah dikelola dengan baik.  Disamping untuk kebutuhan air  Irigasi ,Bendungan Nipah juga berfungsi sebagai Konservasi Sumber Daya Air dan dapat dimanfaatkan menjadi Daerah Wisata serta perikanan Ikan tebar. Bendungan Nipah,Bangunan Bendungan terbesar di Kabupa ten Sampang bahkan di Pulau Madura.

100_0485e

Pembangunan Bendungan Nipah,dirintis pada tahun 1981. “ Penjelasan Ir.Achmad Fausi MT,mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Pekalen Sampean Balai Besar Wilayah Sungai Brantas,Direktorat Jemderal Sumber Daya Air Kemeterian Pekerjaan Umum Perumahan., kepada Modusoperandi , ketika masih belum purna tugas.  Pembangunan Bendungan Nipah ini, sangat berliku,menyisakan kisah pilu,menelan korban jiwa, Ada sebagian  masyarakat menolak  pembangunan Bendungan ini. Riak penolakan Pembangunan Bendungan ini,khususnya Pendu duk Desa Naga sareh (hulu kali Nipah) sepertinya telah meredup..

Seperti Penjelasan salah satu pemuka masyarakat Desa NagaSareh ,Idris yang didampingi saudaranya Ruslan, menjelaskan kepada modusoperandi,adanya kekuatiran penduduk ,jika Ben dungan Nipah dioperasikan,Desa mereka ,akan ikut  tergenang ketika hujan turun.Dan ini akan  berdampak terhadap lahan pertanian  mereka ,ikut tergenang ,padahal lahan pertanian ini , adalah satu satunya sumber  mata pencaharian mereka yaitu bertani. Kekuatiran  Penduduk Desa Naga Sareh ini ,tidak  akan dialami penduduk dua  Desa lainnya,yaitu desa Montor dan Desa Tabenah,yang berada di hilir Bendungan..

Dalam rangka mempercepat pemanfaatan Bendungan dan menjawab  kekuatiran sebagian  Penduduk Desa Naga Sareh, bahwa Desa / lahan pertanian mereka akan ikut tergenang  jika Ben dungan sudah beroperasi. Pemerintah  dalam hal ini Balai Besar Sungai Brantas Ditjen Sumber daya Air Kementerian Pekerjaan umum Perumahan Rakyat .melakukan Justifikasi teknis, dengan menurunkan  elevasi  pelimpah (spillway) Bendungan ,meninggikan  Jembatan dihulu  dan pemasangan pipa.. Dengan kata lain, daya tampung air Bendungan akan berkurang dari yang direncanakan sebelumnya.

Upaya pendekatan lainpun telah dilakukan Pemerintah dalam hal ini Balai besar wilayah Sungai Brantas,  dengan membangun  akses Jalan semen beton  dan membangun3(tiga) Jembatan baru yang lebih tinggi dari Jembatan yang lama.Begitupun Jalan desa untuk  Kendaraan roda empat atau lebih sudah selesai dibangun.

Penyelesaian Pembangunan Bendungan Nipah ini, memakan waktu lebih dari tiga dasawarsa  (30 tahun,red ). Sejak dirintis tahun 1981.Lama berhenti, dilanjutkan pembebasan lahan pada tahun 1993, dan pada tahun 2002,dilakukan pendekatan persuasif  dengan meninggal kan cara  pendekatan lama.kepada   masyarakat . Pada tahun 2003-2008 , Pembangunan Kons truksi Bendungan mulai dilakukan, dengan  biaya sebesar Rp.168.249.980.000,- , diluar biaya pembebasan lahan.” Pejelasan Ir.Achmad Fauzi MT  Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi Pekalen Sampean Madura (Mantan) ketika   diwawancarai wartawan modusoperandi  pada tahun 2007.

Bendungan Nipah sudah  selesai dibangun dan telah diresmikan Presiden Republik Indonesia Jokowi, Namun perlu diingat , kurun waktu delapan tahun dari  tahun 2008 ( Pekerjaan utama  Bendungan) telah selesai dibangun dan tahun 2016, baru dioperasikan. Dari sisi umur Konstruksi bangunan Bendungan,sudah  terlewati 7 tahun, secara sia sia . Mungkin bangunan Bendungan utama ,sudah perlu dilakukan audit teknis ,mengingat adanya justifikasi teknis pemotongan elevasi pelimpah dan kemungkinan pemeliharaan rutin tidak maksimal dilakukan selama ini.  Pande.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here